Liverpool Terhindar dari Malapetaka, Piala Afrika Ditunda Hingga 2022

Liverpool bisa berlega hati. Pasalnya, mereka tak akan kehilangan sejumlah bintangnya di awal tahun depan, setelah turnamen Piala Afrika ditunda hingga 2022 mendatang.

Piala Afrika yang harusnya berlangsung pada 2021 ‘semakin besar kemungkinannya’ untuk diundur ke tahun 2022 karena dampak berkelanjutan dari pandemi coronavirus.

Waktu pelaksanaan turnamen itu juga sempat bergeser, dari musim panas 2019 saat ajang itu digelar di Mesir, menjadi kembali ke musim dingin pada edisi berikutnya karena cuaca yang ‘tidak menguntungkan’ di negara tuan rumah, Kamerun.

Pasalnya, di saat musim panas terjadi di negara lain, cuaca akan menjadi musim penghujan di Kamerun. Itulah sebabnya, gelaran Piala Afrika 2021 semula akan kembali dilaksanakan pada bulan Januari – Februari, sehingga sekali lagi turnamen itu berbenturan dengan musim sepak bola di belahan Eropa.

Jika dilaksanakan, maka Liverpool akan berlaga tanpa Mohamed Salah, Sadio Mane dan Naby Keita, seandainya Mesir, Senegal dan Guinea lolos ke putaran final.

Pelatih Jurgen Klopp sendiri telah menetapkan sikapnya pada masalah ini dengan sangat jelas beberapa tahun sebelumnya, dengan waktu dan meningkatnya permintaan pemain internasional.

“Ketika kami datangkan Mo Salah, saya sudah berpikir, ‘Ya Tuhan, dalam satu setengah tahun kami kehilangan keduanya (Salah dan Mane) pada musim dingin nanti’,” ujar Klopp, sebelum akhirnya ia memberi label pada situasi itu sebagai sebuah ‘malapetaka’.

Meskipun kemungkinan itu masih bisa terjadi pada bulan-bulan musim dingin, pandemi ini nyatakan memaksa kompetisi tersebut untuk diundur selama satu tahun, menjadi ke tahun 2022. Hal itu berarti, itu tidak akan ada yang mengganggu berjalannya Liga Premier musim 2020/21.

“Tampaknya, semakin mungkin turnamen itu akan dipindahkan ke tanggal berbeda,” ujar  Simon Hughes dalam dialog mengenai ‘Agenda Liverpool’ bersama The Athletic.

Diungkapkan thisisAnfield.com, dengan empat putaran kualifikasi yang masih harus dimainkan, mengalokasikan waktu untuk bermain dengan aman di semua pertandingan kemungkinan tak lagi dijalankan. Hal inilah yang kemudian disebut-sebut bahwa kompetisi sepak bola internasional masih berada di bawah ketidakpastian.

Piala Dunia 2022 juga harus dirancang agar tidak mengganggu persiapan bagi tim-tim di Afrika, di mana turnamennya akan berlangsung pada 21 November hingga 18 Desember.

Meski demikian, semua jadwal ini tetap akan tergantung pada dampak jangka panjang dari pandemi coronavirus, karena setiap negara harus menghadapi keputusan pemerintah setempat yang berbeda-beda.

Ditundanya Piala Afrika, nantinya akan memastikan Jurgen Klopp – pelatih Liverpool berusia 52 tahun itu bisa memanggil Salah, Mane dan Keita di sepanjang periode penting bulan Januari dan Februari, yang akan menjadi periode bagi The Reds dalam mempertahankan gelar juara mereka.

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *